- Bantuan Renovasi Diberikan untuk Wujudkan Rumah Layak Huni di Lumajang
- Sungai Meluap Akibat Hujan Deras, Puluhan Rumah Terendam di Lumajang
- Mudik Gratis Lebaran 2025 Diselenggarakan oleh Polres dan Pemkab Lumajang
- Kepedulian Sosial Ditekankan Melalui Santunan untuk Yatim dan Santri di Lumajang
- Jembatan sebagai Pendorong Pembangunan Ekonomi
- Kolaborasi DPRD dan Media dalam Pengawasan Pembangunan di Lumajang
- Siaga On Call BPBD Lumajang Menyambut Arus Mudik dan Libur Lebaran 2025
- Pentingnya Sinergi dan Peran Aktif dalam Mewujudkan Pembangunan Daerah
- Pengamanan Perayaan Nyepi di Pura Mandara Giri Semeru Agung Lumajang oleh Polsek Senduro
- Pengungkapan Jaringan Ganja di Lumajang, Lima Orang Ditangkap oleh Polres
Dengan ini, Tanaman minim air mampu subur.
Subur minim air

Keterangan Gambar : Dengan ini, Tanaman
Mikoriza merupakan simbiosis asosiasi antara jamur dan tanaman yang mengkolonisasi jaringan korteks akar tanaman, yang terjadi selama masa pertumbuhan aktif tanaman tersebut. Penggunaan jamur mikoriza telah dimanfaatkan oleh beberapa petani dan peneliti di Indonesia. Jamur mikoriza yang banyak diteliti ialah golongan endomikoriza yaitu Vesikular Arbuskular Mikoriza (VAM). Jenis jamur ini sering ditemukan berasosiasi dengan tanaman di alam misalnya pada tanaman tomat, padi gogo, gandum, kelapa sawit, cabe dan melon.
Fosfor (P) ialah unsur hara esensial yang dibutuhkan oleh tanaman. Tanaman memperoleh unsur P seluruhnya dari tanah atau dari pemupukan dan hasil dekomposisi serta mineralisasi bahan organik.Semua faktor yang berperan dalam menentukan kecepatan difusi P ke akar dan perkembangan akar di dalam tanah akan menentukan ketersediaan P bagi tanaman. Faktor tersebut antara lain ialah faktor tanah (kelembaban, kapasitas menyangga, suhu) dan faktor tanaman (panjang akar, kerapatan akar, dan infeksi akar). Dimana miselium VAM dapat berperan dalam penyerapan hara terutama P menjadi lebih besar.