- Penangkapan Lima Tersangka Kasus Ganja oleh Satresnarkoba di Lumajang
- Proyek Pembangunan Pasar Agropolitan di Gerbang Wisata Senduro Lumajang Hampir Rampung
- Pelantikan Resmi Indah-Yudha, Janji Mewujudkan Pemerintahan Lumajang Tanpa Korupsi
- Pengaktifan Kembali KUD di Lumajang untuk Memperkuat Perekonomian Desa
- Persiapan Mencetak Generasi Emas oleh Lembaga Parenting di Lumajang
- Aliansi BEM se-Lumajang Protes Program Efisiensi yang Dinilai Tidak Memenuhi Kebutuhan Dasar di DPRD
- Begal Mengintai di Klakah Lumajang Saat Hujan Turun
- Cek Kesehatan Gratis Dimulai di Lumajang, Simak Keuntungannya
- Dukungan Terhadap Penerapan P3K Paruh Waktu di Pemkab Lumajang dari Komisi A DPRD
- Wisuda Akbar Seribu Santri Madin Digelar di Pendopo Arya Wiraraja oleh FKDT Lumajang
Bukasan Wakil Ketua DPRD Sarankan Pemerintah Lindungi Petani Lumajang

Keterangan Gambar : Bukasan Wakil Ketua
Lumajang - H. Bukasan, Wakil Ketua DPRD Lumajang meminta Pemkab Lumajang membuat program perlindungan bagi para petani. Ditengah semakin sulitnya dapat pupuk bersubsidi, pemerintah daerah harus mencari alternatif dalam memberikan perlindungan bagi petani.
Bukasan memberikan gagasan agar pemerintah daerah menyiapkan anggaran untuk membeli hasil pertanian seperti padi, jika saat panen harganya murah. Biasanya, yang dikeluhkan petani, ongkos bertani mahal tak sebanding dengan harga jual saat panen tiba.
"Misalnya kita siapkan dana untuk beli padi petani Lumajang, jika harga murah maka pemerintah yang membelinya," jelas politisi PDI Perjauangan itu, Jum'at (18/11/2022).
Selama ini, kaum milenial ogah bertani, karena hasilnya tidak jelas dan kurang menjanjikan. Saat panen, tiba-tiba harga murah dengan alasan musim panen raya dan ketersediaan barang di pasaran melimpah.
"Kita ingin kaum muda jadi petani, tapi kita tidak memberikan perlidungan, maka mustahil mereka mau bertani," jelasnya.
Pemerintah bisa menugaskan perusahaan daerah dalam program perlidungan hasil pertanian Lumajang. Namun, pemerintah juga harus melakukan pengawasan ketat, jangan sampai padi-padi dari luar daerah yang dijual dan diklaim hasil dari sawah-sawah di Lumajang. "Memang pengawasannya harus ketat," pungkasnya.(Yd/red)
Artikel ini merupakan hasil ringkasan otomatis yang dihasilkan menggunakan teknologi AI. Kami tidak dapat menjamin keakuratan atau kelengkapan informasi yang disajikan. Kami menyarankan pembaca untuk memverifikasi konten ini dengan sumber yang lebih terpercaya. Kami juga tidak bermaksud jika ada kesamaan nama, tokoh atau instansi yang disebutkan dalam artikel ini. Artikel ini disediakan sebagai sarana belajar dengan tujuan untuk membantu pembaca dalam menganalisis informasi yang solutif.
Baca Artikel Lainnya :
- Jelajah Wisata Lumajang Bersama Komunitas Touring Motor
- Begal Mengintai di Klakah Lumajang Saat Hujan Turun
- Keberhasilan Pelaksanaan PKM Internasional di Malaysia
- Pelantikan Resmi Indah-Yudha, Janji Mewujudkan Pemerintahan Lumajang Tanpa Korupsi
- Pengaktifan Kembali KUD di Lumajang untuk Memperkuat Perekonomian Desa