- Penangkapan Lima Tersangka Kasus Ganja oleh Satresnarkoba di Lumajang
- Proyek Pembangunan Pasar Agropolitan di Gerbang Wisata Senduro Lumajang Hampir Rampung
- Pelantikan Resmi Indah-Yudha, Janji Mewujudkan Pemerintahan Lumajang Tanpa Korupsi
- Pengaktifan Kembali KUD di Lumajang untuk Memperkuat Perekonomian Desa
- Persiapan Mencetak Generasi Emas oleh Lembaga Parenting di Lumajang
- Aliansi BEM se-Lumajang Protes Program Efisiensi yang Dinilai Tidak Memenuhi Kebutuhan Dasar di DPRD
- Begal Mengintai di Klakah Lumajang Saat Hujan Turun
- Cek Kesehatan Gratis Dimulai di Lumajang, Simak Keuntungannya
- Dukungan Terhadap Penerapan P3K Paruh Waktu di Pemkab Lumajang dari Komisi A DPRD
- Wisuda Akbar Seribu Santri Madin Digelar di Pendopo Arya Wiraraja oleh FKDT Lumajang
Disnaker Lumajang Gelar Pelatihan Pengolahan Makanan

Keterangan Gambar : Disnaker Lumajang Ge
Lumajang - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Lumajang menggelar pendidikan dan pelatihan keterampilan bagi pencari kerja berdasarkan klaster kompetensi. 20 orang mendapatkan tataboga (pengolahan makanan) yang bersumber dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) tahun 2022.
dr. Rosyidah, Kadisnakertran Lumajang menyatakan, peserta pelatihan adalah warga Lumajang yang di PHK dari pekerjaan di pabrik rokok akibat pandemi Covid 19. Meskipun di Lumajang jumlahnya sangat sedikit, karena pabrik yang bergerak dibidang tembakau juga sedikit.
"Pesertanya memang berasal dari warga yang di PHK dari pekerjaan di pabrik rokok atau pabrik tembakau," jelas Rosyidah, Senin (03/10/2022).
Ada lima paket pelatihan yang dilakukan oleh Disnakertran, yakni 2 paket tataboga, 2 paket mekanik dan 1 peket menjahit. Para peserta akan mendapatkan pelatihan selama 2 minggu dan juga dilakukan uji kompetensi. "Disamping dilakukan pelatihan juga dilakukan uji kompetensi," terangnya.
Disamping pada pencari kerja, satu paket pelatihan juga diberikan kepada disabilitas. Hal itu sebagai implemetasi dari Perbup Unit Pelayanan Disabilitas (ULD). Diharapkan, dengan pelatihan yang dilakukan Disnakertran, peserta pelatihan dari disabilitas bisa menjadi leader penguatan ekonomi di komunitasnya. "Kita berikan prioritas kepada disabilitas karena kita sudah punta aturan ULD-nya," pungkasnya.(Yd/red)
Artikel ini merupakan hasil ringkasan otomatis yang dihasilkan menggunakan teknologi AI. Kami tidak dapat menjamin keakuratan atau kelengkapan informasi yang disajikan. Kami menyarankan pembaca untuk memverifikasi konten ini dengan sumber yang lebih terpercaya. Kami juga tidak bermaksud jika ada kesamaan nama, tokoh atau instansi yang disebutkan dalam artikel ini. Artikel ini disediakan sebagai sarana belajar dengan tujuan untuk membantu pembaca dalam menganalisis informasi yang solutif.
Baca Artikel Lainnya :
- Pengaktifan Kembali KUD di Lumajang untuk Memperkuat Perekonomian Desa
- Aliansi BEM se-Lumajang Protes Program Efisiensi yang Dinilai Tidak Memenuhi Kebutuhan Dasar di DPRD
- Keberhasilan Pelaksanaan PKM Internasional di Malaysia
- Wisuda Akbar Seribu Santri Madin Digelar di Pendopo Arya Wiraraja oleh FKDT Lumajang
- Dukungan Terhadap Penerapan P3K Paruh Waktu di Pemkab Lumajang dari Komisi A DPRD