- Penangkapan Lima Tersangka Kasus Ganja oleh Satresnarkoba di Lumajang
- Proyek Pembangunan Pasar Agropolitan di Gerbang Wisata Senduro Lumajang Hampir Rampung
- Pelantikan Resmi Indah-Yudha, Janji Mewujudkan Pemerintahan Lumajang Tanpa Korupsi
- Pengaktifan Kembali KUD di Lumajang untuk Memperkuat Perekonomian Desa
- Persiapan Mencetak Generasi Emas oleh Lembaga Parenting di Lumajang
- Aliansi BEM se-Lumajang Protes Program Efisiensi yang Dinilai Tidak Memenuhi Kebutuhan Dasar di DPRD
- Begal Mengintai di Klakah Lumajang Saat Hujan Turun
- Cek Kesehatan Gratis Dimulai di Lumajang, Simak Keuntungannya
- Dukungan Terhadap Penerapan P3K Paruh Waktu di Pemkab Lumajang dari Komisi A DPRD
- Wisuda Akbar Seribu Santri Madin Digelar di Pendopo Arya Wiraraja oleh FKDT Lumajang
Keluarga Korban Pelecehan Seksual Curahpetung Minta Pelaku Diadili

Keterangan Gambar : Keluarga Korban Pele
Lumajang - Kasus dugaan pelecehan seksual oknum kyai Lembah Arofah Desa Curahpetung Kecamatan Kedungjajang sudah masuk persidangan di Pengadilan Negeri Lumajang. Sidang pertama digelar pada tanggal 04 Oktober 2022.
Pelecehan seksual oleh oknum kyai dilakukan kepada sejumlah santriwati. Dalam sidang perdana itu, puluhan warga dan keluarga korban datang ke PN Lumajang untuk mengikuti agenda persidangan.
Arpan, salah seorang orang tua korban berharap mejlis hakim menghukum pelaku dengan seadil-adilnya. Sebab, akibat perbuatn pelaku, anaknya mengalami trauma dan merasa malu untuk keluar rumah dan bertemu dengan teman-temannya.
"Saya berharap pelaku diputus seadil-adilnya," jelas Arpan kepada Lumajangsatu.com, Selasa (04/09/2022).
Tukiman, Kaur Kesra Desa Curahpetung menyatakan kedatangan warga ingin mengawal saksi dalam mengikuti laporan. Warga berharap agar persidangan bisa berjalan dengan transparan, sehingga warga bisa melihat proses persidangan.
Warga yang datang pada awal persidangan sekitar 50 orang saja. Sebenarnya, ada lebih banyak warga yang ikut dan ingin melihat proses persidangan. Namun, pihak Desa mencegah agar tidak mengganggu jalannya persidangan. Warga mengaku akan datang setiap kali ada persidangan.
"Kita berharap persidangan bisa terbuka dan transparan. Kita akan kawal terus proses persidangan ini," pungkasnya.(Yd/red)
Artikel ini merupakan hasil ringkasan otomatis yang dihasilkan menggunakan teknologi AI. Kami tidak dapat menjamin keakuratan atau kelengkapan informasi yang disajikan. Kami menyarankan pembaca untuk memverifikasi konten ini dengan sumber yang lebih terpercaya. Kami juga tidak bermaksud jika ada kesamaan nama, tokoh atau instansi yang disebutkan dalam artikel ini. Artikel ini disediakan sebagai sarana belajar dengan tujuan untuk membantu pembaca dalam menganalisis informasi yang solutif.
Baca Artikel Lainnya :
- Begal Mengintai di Klakah Lumajang Saat Hujan Turun
- Wisuda Akbar Seribu Santri Madin Digelar di Pendopo Arya Wiraraja oleh FKDT Lumajang
- Penguatan Jaringan KKN di Malaysia oleh STKIP PGRI Lumajang
- Pengaktifan Kembali KUD di Lumajang untuk Memperkuat Perekonomian Desa
- Cek Kesehatan Gratis Dimulai di Lumajang, Simak Keuntungannya