- Penangkapan Lima Tersangka Kasus Ganja oleh Satresnarkoba di Lumajang
- Proyek Pembangunan Pasar Agropolitan di Gerbang Wisata Senduro Lumajang Hampir Rampung
- Pelantikan Resmi Indah-Yudha, Janji Mewujudkan Pemerintahan Lumajang Tanpa Korupsi
- Pengaktifan Kembali KUD di Lumajang untuk Memperkuat Perekonomian Desa
- Persiapan Mencetak Generasi Emas oleh Lembaga Parenting di Lumajang
- Aliansi BEM se-Lumajang Protes Program Efisiensi yang Dinilai Tidak Memenuhi Kebutuhan Dasar di DPRD
- Begal Mengintai di Klakah Lumajang Saat Hujan Turun
- Cek Kesehatan Gratis Dimulai di Lumajang, Simak Keuntungannya
- Dukungan Terhadap Penerapan P3K Paruh Waktu di Pemkab Lumajang dari Komisi A DPRD
- Wisuda Akbar Seribu Santri Madin Digelar di Pendopo Arya Wiraraja oleh FKDT Lumajang
Pj. Bupati Lumajang Laporkan Aksi Pengrusakan Pos SKAB Candipuro

Keterangan Gambar : Pj. Bupati Lumajang
Lumajang - Aksi protes sopir truk pasir berujung pengrusakan pos penarikan surat keterangan asal barang (SKAB) di jalan raya Candipuro jadi perhatian serius. Pj. Bupati Lumajang Indah Wahyuni amat menyayangkan kejadian tersebut. Bahkan, Indah Wahyuni mengaku akan melaporkan aksi pengrusakan tersebut ke Polres Lumajang.
“Langkah yang saya ambil saya melaporkan pada hari ini (25/03) ke polisi, karena itu merupakan salah satu pengrusakan dari aset pemerintah daerah,” jelas Indah Wahyuni usai rapat Paripurna di DPRD Lumajang, Senin (25/03/2024).
Indah Wahyuni tidak melarang masyarakat Lumajang untuk melakukan protes, menyampaikan masukan, opini dan aspirasi. Namun, harus dilakukan dengan cara-cara yang baik dan benar.
“Mau demo silahkan, tapi jangan sampai ada pengrusakan, itu tidak bagus. Ini negara demokrasi kok, gak perlu ada kekerasan kayak gitu, tidak baik dilihat,” paparnya.
Langkah melaporkan ke polisi adalah tindakan agar ada efek jera dan tidak terulang lagi di kemudian harinya. “Ini sebagai langkah perbaikan, jangan sampai ada terjadi seperti ini lagi,” terangnya.
Indah Wahyuni juga akan melakukan evaluasi internal kepada petugas yang bertugas di lapangan. Jika memang ada pelanggaran, maka tentu akan diberikan sanksi sesuai dengan kesalahan yang dilakukan. “Kita tidak menutup mata dan telinga dari masukan masyarakat, semua akan kita lakukan evaluasi,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, sejumlah sopir truk pasir di jalan raya Candipuro melakukan protes karena menganggap petugas melakukan tindakan tidak adil. Semua truk pasir wajib membawa SKAB, namun ada sejumlah truk yang bisa melintas meski tak membawa SKAB dari salah satu lokasi tambang. Alhasil, para sopir truk pasir protes, sampai-sampai merusak tenda tempat petugas melakukan pungutan SKAB.(Yd/red)
Artikel ini merupakan hasil ringkasan otomatis yang dihasilkan menggunakan teknologi AI. Kami tidak dapat menjamin keakuratan atau kelengkapan informasi yang disajikan. Kami menyarankan pembaca untuk memverifikasi konten ini dengan sumber yang lebih terpercaya. Kami juga tidak bermaksud jika ada kesamaan nama, tokoh atau instansi yang disebutkan dalam artikel ini. Artikel ini disediakan sebagai sarana belajar dengan tujuan untuk membantu pembaca dalam menganalisis informasi yang solutif.
Baca Artikel Lainnya :
- Evaluasi Dilakukan Terhadap 718 Tenaga Pengajar Honorer di Lumajang
- Aliansi BEM se-Lumajang Protes Program Efisiensi yang Dinilai Tidak Memenuhi Kebutuhan Dasar di DPRD
- Jelajah Wisata Lumajang Bersama Komunitas Touring Motor
- Penguatan Jaringan KKN di Malaysia oleh STKIP PGRI Lumajang
- Ketersediaan Gas LPG 3Kg di Lumajang Diterapkan dengan Kebijakan Terbaru