- Pembangunan 268 Rubuha oleh Pemkab Lumajang untuk Mengatasi Hama Tikus
- Pelanggaran Hak Asasi Terkait Penahanan Ijazah dan Kewajiban UMK
- Kejadian Pencurian Ternak Terulang di Kalipenggung Lumajang, Dua Sapi Hilang
- Suarakan Aspirasi Kesehatan Warga Lumajang Melalui Program On Air
- Larangan Pemberian Bansos untuk Anak yang Menikah Tanpa Rekomendasi di Lumajang
- Persiapan Haji 2025 di Lumajang Selesai, 1.200 Jemaah Siap Berangkat
- Penghapusan BPHTB untuk Rumah Subsidi oleh Pemkab Lumajang, Mendukung Inisiatif 3 Juta Rumah
- Tiga Sapi Curian Berhasil Dikembalikan, Pihak Berwenang Terus Melacak Pelaku
- Penolakan Terhadap Rencana Penyaluran Air Ronggojalu Menuju Lumajang oleh DPRD dan Muslimat NU Probolinggo
- Proyek Tarik Air Ronggojalu Tetap Berlanjut Meski Ada Penolakan di Lumajang
AI Google: Belajar Bahasa Seperti Penduduk Lokal
Google’s New AI “Little Language Experiments” Teaches You to Talk Like a Local https://dailyai.com/2025/05/googles-new-ai-little-language-experiments-teaches-you-to-talk-like-a-local/

Keterangan Gambar : AI Google: Belajar B
Google Meluncurkan Experiment Bahasa Baru dengan Bantuan AI, Sasar Duolingo
Sumber: Google Labs
Google Labs telah meluncurkan serangkaian alat eksperimen baru yang dipower oleh model AI Gemini, dengan tujuan membantu orang belajar bahasa baru dengan lebih cepat, lebih alamiah, dan kurang formal. Alat eksperimen ini disebut Little Language Experiments, dan terdiri dari tiga komponen yang disebut Tiny Lesson, Slang Hang, dan Word Cam.
Tiny Lesson mengajarkan frase untuk situasi kehidupan sehari-hari, seperti bertanya bantuan di bandara atau menghadapi surat keterangan hilang. Slang Hang menghasilkan percakapan yang realistis antara penutur asli, dengan-hoverable slang dan konteks budaya. Sementara Word Cam menggunakan kamera ponsel untuk mengidentifikasi objek dan menglabelnya dalam bahasa yang diajarkan.
Google ingin Gemini membantu meningkatkan kemampuan berbahasa dengan cara membuat pengajarannya lebih alamiah dan mirip dengan cara berbicara seorang manusia. "Eksperimen ini bukan tentang menggantikan pendidikan tradisional, tapi tentang meningkatkan kualitas pendidikan dengan cara membuat orang lebih enggan, lebih terlibat, dan lebih menempatkan pembelajaran dalam hidup sehari-hari," kata Google.
Sementara itu, Duolingo juga telah memperbarui platformnya dengan menggunakan AI. Perusahaan ini telah mengumumkan 148 kursus baru yang dihasilkan oleh AI, menduplikasi perpustakaan kursusnya. Duolingo juga akan menggantikan kontraktor manusia dengan AI di beberapa posisi, serta menggunakan AI untuk mendukung proses pengambilan keputusan dan peng REVIEW prestasi.
Perdebatan yang muncul adalah apakah orang-orang akan masih ingin belajar dari seorang manusia ataukah AI dapat menggantikan peran mereka. Google dan Duolingo telah berinvestasi besar-besaran pada teknologi AI, dan sekarang menjadi pertanyaan apakah AI akan menjadi pengajar bahasa yang optimal di masa depan.