- Kampus Berkomitmen Berdampak melalui Kehadiran Tokoh Legislatif
- Perlengkapan canggih diserahkan untuk memperkuat keamanan daerah
- Akreditasi Baik Sekali diraih
- Gerakan lingkungan diperkuat, desa dan kelurahan berprestasi menerima insentif berseri
- Gagasan Strategis Unggul Raih Penghargaan Terbaik di Lembaga Pendidikan Perwira
- Arah Baru Pembangunan Daerah Diperkuat
- Tradisi menyemarakkan puncak perayaan ke-770
- Delapan TKP Berakhir, Tewas Saat Diamankan
- Peringatan 770 Tahun Diselenggarakan Sederhana, Arah Tumbuh Semakin Tangguh
- Ketangguhan Masyarakat Teruji di Tengah Erupsi Tanpa Korban Jiwa
Ujian Bar California: Kegagalan Total yang Ditulis oleh AI
California’s Bar Exam Was Written by AI And It Was a Total Disaster https://dailyai.com/2025/05/californias-bar-exam-was-written-by-ai-and-it-was-a-total-disaster/

Keterangan Gambar : Ujian Bar California
Pemerintah California Mengakui Bahwa 23 Soal Ujian Bar 2025 Dibuat dengan Bantuan Intelijen Buatan
Pemerintah California mengakui bahwa 23 soal ujian bar eksamennya bulan Februari 2025 dibuat dengan menggunakan teknologi inteligensi buatan (AI) dan bukan oleh pengacara. Sebagai tanggapan, pihaknya berencana meminta pertimbangan mahkamah agung California untuk menyesuaikan nilai siswa setelah ujian marah oleh gangguan teknis.
Pemerintah California pada awalnya mengumumkan bahwa 100 soal dari Kaplan dan 48 soal dari soal ujian pertama tahun lalu digunakan dalam ujian ini. Namun, dalam pengumuman yang lebih lanjut, pemerintah mengaku bahwa 23 soal lainnya dibuat dengan bantuan AI oleh ACS Ventures.
Gangguan teknis dan protes
Pengajar hukum di California sangat marah dengan keputusan ini. Mereka mengatakan bahwa membuatan soal oleh non-pengacara dengan menggunakan AI adalah tidak sewajarnya.
"Kalian tidak dapat menggunakan AI untuk membuat soal ujian yang akan mempengaruhi masa depan orang lain," kata Mary Basick, asisten dekan Universitas California, Irvine Law.
"Kalian tidak dapat menggunakan AI untuk memverifikasi kelulusan seseorang," kata Katie Moran, profesi hukum USF.
Sedangkan, siswa yang mengikuti ujian pada awalnya merepotkan diri dengan gangguan teknis, kegagalan untuk menyimpan tulisan, kesalahan pemasukan, dan soal yang tidak jelas atau berisi typo.
Perusahaan Meazure Learning, penyedia platform ujian, sekarang sedang menghadapi gugatan dari siswa. Dalam sambutannya, Dean Andrew Perlman dari Suffolk Law mengatakan bahwa AI dapat membantu dalam pembuatan soal, namun hanya jika ahli-ahli hati-hati memverifikasi outputnya.
"Di masa depan, kita akan concern dengan kompeten orang-orang yang tidak menggunakan AI," prediksi Perlman.
Nahwa yang akan datang
Pemerintah California akan meminta pertimbangan mahkamah agung untuk menyesuaikan nilai siswa. Akan dilakukan pertemuan pada 5 Mei untuk mempertimbangkan solusi lebih lanjut. Hingga saat ini, tidak ada keputusan yang diambil untuk kembali menggunakan soal ujian tradisional.






