- KKN Internasional 2025 Diterima oleh Mahasiswa STKIP PGRI Lumajang
- Cuaca Ekstrem Diperkirakan Melanda Lumajang Akhir Januari 2025, Warga Dihimbau untuk Waspada
- Istighosah dan Pra Raker Meriahkan Peringatan Harlah NU ke-102 di Sukodono Lumajang
- Kebun Haji Nanang Lumajang Hadirkan Durian Kembang Wurung Gucialit Berkualitas Tinggi
- Hasil Pemenang Pilkada Serentak 2024 Diumumkan dalam Paripurna DPRD Lumajang
- Diskon Listrik PLN untuk Wilayah Lumajang pada Awal Tahun 2025
- Peningkatan Patroli Malam oleh Satlantas di Musim Hujan di Lumajang
- Perjuangan Melawan Hama Tikus di Desa Kraton Lumajang
- Produksi Kripik Nangka dan Rambak Pisang Berkualitas Tinggi di Pundungsari Lumajang
- Program Makan Bergizi Gratis dari Presiden Prabowo Siap Dijalankan di Lumajang
kisah nabi muhammad menutup telinga dengan ibu jari
Kisah ini berasal dari kitab Tafsir Jalalain, sebuah tulisan karya Imam Jalal al-Din al-Mahalli dan Imam Jalal al-Din al-Suyuti pada abad ke-1
5.
Kisah ini membicarakan tentang bagaimana Nabi Muhammad melakukan taqwa dengan sangat baik dan menutup telinganya dengan ibu jari dari kabar yang tidak baik.
Kisah ini berlaku pada suatu ketika Nabi Muhammad sedang berjalan di sebuah pasar. Suasana di pasar tersebut agak ramai dan ada begitu banyak orang yang bertengkar. Keesokan harinya, orang-orang di pasar merasa begitu bersalah karena sudah berteriak dan saling bertengkar.
Karena itu, mereka mencoba untuk meminta maaf kepada Nabi Muhammad. Saat mereka berbicara dengan Nabi Muhammad, dia pun mendengarkannya dengan sangat hati-hati.
Pada saat itu, Nabi Muhammad tidak mengatakan apa-apa kepada mereka. Dia hanya menutup telinganya dengan ibu jari. Dengan begitu, dia menunjukkan bahwa dia tidak terlibat dalam riak tengah malam itu, dan bahwa dia terlalu berhati-hati untuk mendengarkan kabar yang tidaklah baik.
Kisah ini menjadi salah satu contoh dari bagaimana Nabi Muhammad mempraktekkan tingkah lakunya dengan baik dan melakukan taqwa. Dia juga menunjukkan bahwa kita sebagai umat islam harus bersikap taqwa dan banaq dalam mendengar cerita atau kabar yang mungkin tidak sesuai dengan agama kita.
Baca Artikel Lainnya :
- tes
- https://bit.ly/40fcJmt
- 0xa3f4341c3fef5963ab04135d2014ac7d68222e19
- iya logx jaringan arbitrum
- 088228169793