- Kampus Berkomitmen Berdampak melalui Kehadiran Tokoh Legislatif
- Perlengkapan canggih diserahkan untuk memperkuat keamanan daerah
- Akreditasi Baik Sekali diraih
- Gerakan lingkungan diperkuat, desa dan kelurahan berprestasi menerima insentif berseri
- Gagasan Strategis Unggul Raih Penghargaan Terbaik di Lembaga Pendidikan Perwira
- Arah Baru Pembangunan Daerah Diperkuat
- Tradisi menyemarakkan puncak perayaan ke-770
- Delapan TKP Berakhir, Tewas Saat Diamankan
- Peringatan 770 Tahun Diselenggarakan Sederhana, Arah Tumbuh Semakin Tangguh
- Ketangguhan Masyarakat Teruji di Tengah Erupsi Tanpa Korban Jiwa
AI Rakus Energi: Ancaman untuk Pasokan Energi Jepang pada 2030
Power-hungry AI will devour Japan-sized energy supply by 2030 https://dailyai.com/2025/04/power-hungry-ai-will-devour-japan-sized-energy-supply-by-2030/

Keterangan Gambar : AI Rakus Energi: Anc
Berita: AI's Power Consumption to Skyrocket by 2030, Meningkatkan Konsumsi Listrik
Menurut laporan terbaru dari International Energy Agency (IEA), AI data centers diharapkan mengkonsumsi hampir 950 TWh listrik setiap tahun pada tahun 2030, naik dari 415 TWh tahun ini. Konsumsi listrik ini akan membuat AI data centers menjadi salah satu konsumen listrik terbesar di dunia.
Karena itu, AI data centers akan menjadi salah satu kontributor utama dalam meningkatkan emisi karbon dan kenaikan temperatur global. Namun, IEA percaya bahwa kebutuhan energi AI dapat dipenuhi dengan menggunakan sumber daya energi terbarukan seperti matahari dan angin.
Banyak perusahaan teknologi seperti OpenAI dan Microsoft berencana untuk mengisi kapasitas 20 gigawatt dengan generator nuklir kecil modular (SMR) untuk memenuhi kebutuhan energi AI di masa depan.
Namun, IEA juga mengemukakan kemungkinan masa depan AI's energy consumption yang buruk jika sistem AI tidak efektif dan efisiensi. Oleh karena itu, perlu adanya penelitian lebih lanjut dan pengembangan teknologi yang lebih efisiensi untuk mengatasi tantangan ini.






