- Kampus Berkomitmen Berdampak melalui Kehadiran Tokoh Legislatif
- Perlengkapan canggih diserahkan untuk memperkuat keamanan daerah
- Akreditasi Baik Sekali diraih
- Gerakan lingkungan diperkuat, desa dan kelurahan berprestasi menerima insentif berseri
- Gagasan Strategis Unggul Raih Penghargaan Terbaik di Lembaga Pendidikan Perwira
- Arah Baru Pembangunan Daerah Diperkuat
- Tradisi menyemarakkan puncak perayaan ke-770
- Delapan TKP Berakhir, Tewas Saat Diamankan
- Peringatan 770 Tahun Diselenggarakan Sederhana, Arah Tumbuh Semakin Tangguh
- Ketangguhan Masyarakat Teruji di Tengah Erupsi Tanpa Korban Jiwa
Pengguna WhatsApp Marah atas AI Meta yang Opsional dan Tak Bisa Dimatikan
WhatsApp users angry over “optional” Meta AI that can’t be turned off https://dailyai.com/2025/04/whatsapp-users-angry-over-optional-meta-ai-that-cant-be-turned-off/

Keterangan Gambar : Pengguna WhatsApp Ma
WhatsApp Introduces Permanent Meta AI Button, Sparks Privacy Concerns
WhatsApp telah memperkenalkan tombol Meta AI yang tetap muncul di platformnya, walaupun perusahaan menyatakan fitur tersebut "selebihnya opsional". Namun, kritikus AI tidak setuju karena tombol tersebut tidak dapat dihilangkan.
Tombol blue circle dengan tampilan pink dan green sekarang terletak di bagian bawah kanan layar chatting pengguna. Meski demikian, WhatsApp telah menyatakan bahwa pengguna dapat menghindari akses Meta AI di chatting tertentu dengan mengaktifkan "Privacy Chat Lanjutan".
Pengguna dapat mengakses fitur ini dengan cara mengetuk nama chatting dan kemudian memilih "Privacy Chat Lanjutan". Dengan begitu, Meta AI tidak akan dapat mengakses percakapan tersebut.
Namun, kritikus AI mengkritik keputusan WhatsApp. Dr. Kris Shrishak, seorang penasihat tentang AI dan privasi, mengatakan: "Tidak ada orang yang seharusnya dipaksa menggunakan AI. Model AI dari Meta adalah pelanggaran privasi secara desain."






