- Kampus Berkomitmen Berdampak melalui Kehadiran Tokoh Legislatif
- Perlengkapan canggih diserahkan untuk memperkuat keamanan daerah
- Akreditasi Baik Sekali diraih
- Gerakan lingkungan diperkuat, desa dan kelurahan berprestasi menerima insentif berseri
- Gagasan Strategis Unggul Raih Penghargaan Terbaik di Lembaga Pendidikan Perwira
- Arah Baru Pembangunan Daerah Diperkuat
- Tradisi menyemarakkan puncak perayaan ke-770
- Delapan TKP Berakhir, Tewas Saat Diamankan
- Peringatan 770 Tahun Diselenggarakan Sederhana, Arah Tumbuh Semakin Tangguh
- Ketangguhan Masyarakat Teruji di Tengah Erupsi Tanpa Korban Jiwa
Etika AI: Apakah Biaya Seimbang dengan Manfaatnya?
AI etiquette comes with a price tag, says Altman, but is it worth it? https://dailyai.com/2025/04/ai-etiquette-comes-with-a-price-tag-says-altman-but-is-it-worth-it/

Keterangan Gambar : Etika AI: Apakah Bia
Pengguna ChatGPT Dipukuli Biaya Listrik Ribuan Juta Dolar Akibat Menggunakan Pola Bersahabat
CEO OpenAI, Sam Altman, mengungkapkan bahwa hanya dengan menggunakan pola bersahabat kepada ChatGPT dapat meningkatkan biaya listrik hingga "tens of millions of dollars". Biaya ini timbul karena setiap kata-kata yang dikirimkan ke ChatGPT, termasuk kata-kata sapaan dan pertambahan, memerlukan daya komputasi tambahan.
Data center kemanan yang digunakan oleh AI model mengkonsumsi sekitar 2% dari konsumsi listrik global. Dengan demikian, biaya listrik yang diperlukan oleh AI sangat signifikan. Menurut penelitian Washington Post, penggunaan AI untuk menciptakan email sebanyak 100 kata memerlukan 0,14 kilowatt-hours listrik, cukup untuk menghidupkan 14 lampu LED selama satu jam.
Selain itu, penggunaan AI juga memerlukanumlah air yang signifikan. Menurut penelitian Universitas California Riverside, menggunakan GPT-4 untuk menciptakan kata-kata sebanyak 100 memerlukan hingga tiga botol air untuk pendinginan server, serta menjawab kata-kata sebanyak tiga membantu "You are welcome" memerlukan sekitar 1,5 onis air.
Sementara itu, penggunaan pola bersahabat kepada AI terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas jawaban AI. Sebuah survei tahun 2023 menemukan bahwa 67% responden di AS menganggap sebagai adil untuk menggunakan AI dengan cara yang santai dan sopan.
Namun, biaya yang dihasilkan oleh penggunaan pola bersahabat kepada AI perlu diperhatikan. Alasan ini perlu dijadikan sebagai peringatan bagi pengguna agar berpikir ulang sebelum menggunakan pola bersahabat untuk interaksi dengan AI.






