- Kampus Berkomitmen Berdampak melalui Kehadiran Tokoh Legislatif
- Perlengkapan canggih diserahkan untuk memperkuat keamanan daerah
- Akreditasi Baik Sekali diraih
- Gerakan lingkungan diperkuat, desa dan kelurahan berprestasi menerima insentif berseri
- Gagasan Strategis Unggul Raih Penghargaan Terbaik di Lembaga Pendidikan Perwira
- Arah Baru Pembangunan Daerah Diperkuat
- Tradisi menyemarakkan puncak perayaan ke-770
- Delapan TKP Berakhir, Tewas Saat Diamankan
- Peringatan 770 Tahun Diselenggarakan Sederhana, Arah Tumbuh Semakin Tangguh
- Ketangguhan Masyarakat Teruji di Tengah Erupsi Tanpa Korban Jiwa
BBFC Umumkan Peringkat Usia Anime
BBFC Reports On Age Ratings For Anime https://www.animenewsnetwork.com/news/2025-12-09/bbfc-reports-on-age-ratings-for-anime/.231877

Keterangan Gambar : BBFC Umumkan Peringk
Lembaga British Board of Film Classification (BBFC) merilis siaran pers yang mengangkat judul “Hampir sembilan dari sepuluh orang mengatakan anime berisiko perlindungan anak jika tidak diberi peringkat usia secara tepat.” BBFC adalah badan non-pemerintah yang bertanggung jawab atas klasifikasi film dan karya video di Inggris. Salah satu contoh penilaian terhadap anime adalah pada 2021 ketika BBFC menaikkan klasifikasi High School DxD BorN dari 15 ke 18, memaksa Manga Entertainment menarik produk tersebut. Pada saat itu BBFC mengatakan kepada Anime UK News bahwa “sikap terhadap ancaman seksual dan kekerasan seksual telah berkembang.”
Siaran pers baru ini membahas riset dengan desain campuran (mixed-methods): sepuluh kelompok fokus daring dan survei nasional terhadap 2.001 peserta. Kedua rangkaian riset melibatkan penggemar anime, non-penggemar, remaja, dan orang tua. Temuan utama menunjukkan bahwa dalam sekitar sembilan dari sepuluh kasus, penonton setuju dengan peringkat usia BBFC. 91% responden percaya peringkat usia anime seharusnya mengikuti standar yang konsisten di semua platform, meskipun saat ini belum selalu demikian.
Laporan juga menyebut BBFC saat ini mengklasifikasikan lebih banyak anime untuk rilis media fisik di Inggris. Hingga 2025 sejauh ini, anime menyumbang sekitar 24% konten yang diklasifikasikan BBFC untuk dirilis di DVD dan Blu-ray, proporsi yang telah lebih dari dua kali lipat dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu 81% responden menilai adegan seksual dalam anime sepadan dengan dampaknya pada media live-action, sejalan dengan pendekatan BBFC saat ini. Sekitar 80% responden berpendapat fan service dalam anime sebaiknya mendorong konten ke kategori yang lebih tinggi. 69% percaya nuditas yang seksual—terkait linger shots, zoom, dan sudut kamera—seharusnya dinilai lebih ketat daripada nuditas natural. 47% berpendapat unsur komedi atau fantastik dapat mengurangi dampak materi seksual, dan 40% menyatakan konten seksual singkat/jarang muncul mungkin layak diberi peringkat lebih rendah. Faktor lain yang dapat menaikkan peringkat meliputi penyalahgunaan otoritas dalam hubungan berimbang tidak seimbang kekuasaan, serta karakter yang tampak seperti anak-anak atau berperilaku seperti anak.
Kesimpulannya, fan service membagi penonton ASING UK tetapi umumnya dipandang sebagai faktor yang memperberat. BBFC bertekad mempertimbangkan seksualisasi gratuitous terhadap karakter sebagai indikator untuk menaikkan peringkat pada konten yang berada di ambang antara dua kategori. Mereka juga mengaku memperhatikan linger shots, detail anatomi, serta kekhawatiran soal karakter berusia ambigu.
Antara Januari–November 2025, dua pertiga anime dinilai antara U dan 12, sisanya 15 atau 18. Beberapa komentar responden menyebut pendapat tentang tingkat kelucuan/ketegangan sesuai usia. Misalnya, seorang penggemar berusia 25–31 tahun menyarankan penurunan menjadi 12 karena tidak ada unsur yang terlalu nudity, sementara orang tua non-penggemar menyoroti linger pada dada dan bokong.
David Austin, CEO BBFC, menyatakan popularitas anime menunjukkan bagaimana ia meresap ke imajinasi warga Inggris, meski tidak semua anime pantas untuk anak-anak. Sekalipun Ofcom membentuk masa depan Kode Video-on-Demand, BBFC berkomitmen memastikan setiap anime yang dirilis di UK diberi klasifikasi tepat, memberi keluarga dan penggemar panduan jelas. Dengan semakin luasnya akses streaming, BBFC berupaya menjaga konsisten peringkat di mana pun penonton memilih menonton.
Rilis terbaru BBFC juga mencatat tiga judul anime yang mendapat peringkat di bioskop Inggris: Chainsaw Man – The Movie: Reze Arc (15 untuk kekerasan berdarah kuat); Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Infinity Castle (15); dan Jujutsu Kaisen: Execution (15) untuk kekerasan kuat. Sumber: siaran pers BBFC.






