Ritual Nyadran di Makam Petilasan Mbah Margo Joyo, Awali Rangkaian Grebeg Suroyoso 2025
Dalam sambutannya, Raden Tumenggung Murtedjo Kusumo Wijoyo selaku Pemangku Adat dan Ritual menyampaikan bahwa nyadran bukan sekadar ritual budaya, melainkan momentum untuk menguatkan rasa kebersamaan dan spiritualitas warga. “Nyadran ini menjadi momen refleksi bagi kita semua, agar tidak melupakan asal-usul dan perjuangan para leluhur. Ini adalah awal yang penuh makna dalam rangkaian Grebeg Suroyoso,” ujarnya.

By Adminpmd 06 Mei 2026, 18:47:31 WIB | 👁 104 Pemerintah Daerah
Ritual Nyadran di Makam Petilasan Mbah Margo Joyo, Awali Rangkaian Grebeg Suroyoso 2025

Image: Ritual Nyadran di Ma...


Yosowilangun, Lumajang – 6 Juli 2025 | Suasana khidmat dan penuh makna terasa di Makam Petilasan Mbah Margo Joyo, Desa Yosowilangun Kidul, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, saat masyarakat setempat menggelar ritual Nyadran sebagai pembuka rangkaian Grebeg Suroyoso 2025.

Tradisi nyadran ini merupakan bentuk penghormatan kepada leluhur dan perwujudan rasa syukur atas limpahan berkah serta keselamatan desa. Sejak pagi hari, warga bersama tokoh masyarakat, perangkat desa, dan pemangku adat berkumpul di area petilasan yang diyakini sebagai tempat semedi tokoh spiritual Yosowilangun, Mbah Margo Joyo.

Rangkaian acara diawali dengan doa bersama dan tabur bunga, disusul pembacaan sejarah singkat tentang Mbah Margo Joyo (RM. Soewono) yang dikenal sebagai figur penting dalam pembentukan nilai-nilai kebajikan dan spiritual masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Raden Tumenggung Murtedjo Kusumo Wijoyo selaku Pemangku Adat dan Ritual menyampaikan bahwa nyadran bukan sekadar ritual budaya, melainkan momentum untuk menguatkan rasa kebersamaan dan spiritualitas warga.

“Nyadran ini menjadi momen refleksi bagi kita semua, agar tidak melupakan asal-usul dan perjuangan para leluhur. Ini adalah awal yang penuh makna dalam rangkaian Grebeg Suroyoso,” ujarnya.

Prosesi dilanjutkan dengan pembagian tumpeng kepada warga sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur. Suasana berlangsung khidmat namun tetap hangat, memperlihatkan semangat gotong royong yang kuat di tengah masyarakat Yosowilangun.

Tradisi nyadran di Makam Petilasan Mbah Margo Joyo merupakan bagian inti dari Grebeg Suroyoso, sebuah agenda budaya dan spiritual tahunan yang digelar setiap bulan Suro. Rangkaian kegiatan akan berlanjut dengan sarasehan budaya, kirab pusaka, dan pagelaran wayang kulit yang digelar di Pendopo Mbah Margo Joyo.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen masyarakat dalam melestarikan kearifan lokal dan menjaga warisan budaya spiritual yang telah mengakar selama turun-temurun.

(Oyong Firdiansah)


Sumber : https://portalberita.lumajangkab.go.id/main/baca/aXKGeZNr

Baca Artikel Lainnya :



View all comments

Write a comment

Kanan - Iklan Sidebar