- Kampus Berkomitmen Berdampak melalui Kehadiran Tokoh Legislatif
- Perlengkapan canggih diserahkan untuk memperkuat keamanan daerah
- Akreditasi Baik Sekali diraih
- Gerakan lingkungan diperkuat, desa dan kelurahan berprestasi menerima insentif berseri
- Gagasan Strategis Unggul Raih Penghargaan Terbaik di Lembaga Pendidikan Perwira
- Arah Baru Pembangunan Daerah Diperkuat
- Tradisi menyemarakkan puncak perayaan ke-770
- Delapan TKP Berakhir, Tewas Saat Diamankan
- Peringatan 770 Tahun Diselenggarakan Sederhana, Arah Tumbuh Semakin Tangguh
- Ketangguhan Masyarakat Teruji di Tengah Erupsi Tanpa Korban Jiwa
Satoshi Nakamoto: Manusia atau AI dari Masa Depan?
Binance’s CZ Says Satoshi Nakamoto May Not Be Human, Possibly AI From the Future https://dailyai.com/2025/04/binances-cz-says-satoshi-nakamoto-may-not-be-human-possibly-ai-from-the-future/

Keterangan Gambar : Satoshi Nakamoto: Ma
Mantan CEO Binance, Changpeng "CZ" Zhao, Ajukan Teori Menarik Soal Pencipta Bitcoin
Mantan CEO Binance, Changpeng "CZ" Zhao, dalam wawancara dengan influencer Turki, mengemukakan teori yang menarik tentang identitas Satoshi Nakamoto, pencipta Bitcoin. Zhao mengusulkan adanya kemungkinan bahwa Bitcoin tidak diciptakan oleh manusia, melainkan oleh artificial intelligence (AI) dari masa depan.
"Mungkin software yang kembali melalui waktu... Sulit dibayangkan sekarang, tapi itu mungkin möglich," ujar Zhao.
Zhao mengatakan bahwa teori waktu-traveling AI adalah salah satu kemungkinan yang amat jauh dan plausible. Ia juga mengatakan bahwa anonimitas Satoshi sangat sulit dilakukan, baik oleh individu yang sangat terampil maupun AI dari masa depan.
"Siapa pun yang melakukannya, berhasil menutup jejaknya sangat baik. Tidak ada IP, tidak ada jejak yang nyata," ujar Zhao.
Nama-nama seperti Hal Finney, Nick Szabo, Adam Back, dan juga pengembang Kanada, Peter Todd, telah ditetapkan sebagai calon-calon yang kemungkinan besar sebagai Satoshi. Namun, Zhao tetap yakin bahwa Bitcoin akan lebih besar daripada emas dan akan menjadi domineran dalam waktu.
"Satoshi akan lebih besar dari emas. Itu hanya butuh waktu," ujar Zhao.
Dengan demikian, misteri Satoshi tetap bertahan dan para pemain crypto terbesar masih berusaha mencari jawabannya.






