- Kampus Berkomitmen Berdampak melalui Kehadiran Tokoh Legislatif
- Perlengkapan canggih diserahkan untuk memperkuat keamanan daerah
- Akreditasi Baik Sekali diraih
- Gerakan lingkungan diperkuat, desa dan kelurahan berprestasi menerima insentif berseri
- Gagasan Strategis Unggul Raih Penghargaan Terbaik di Lembaga Pendidikan Perwira
- Arah Baru Pembangunan Daerah Diperkuat
- Tradisi menyemarakkan puncak perayaan ke-770
- Delapan TKP Berakhir, Tewas Saat Diamankan
- Peringatan 770 Tahun Diselenggarakan Sederhana, Arah Tumbuh Semakin Tangguh
- Ketangguhan Masyarakat Teruji di Tengah Erupsi Tanpa Korban Jiwa
SEC Gugat Elon Musk Terkait Pelanggaran Aturan Pembelian Saham Twitter
SEC Sues Elon Musk Alleging Rule Violation in Twitter Stake Purchase https://cryptonews.com/exclusives/sec-sues-elon-musk-twitter-stake-rule-breach/

Keterangan Gambar : SEC Gugat Elon Musk
Kesalahan Elon Musk dalam Pembelian Saham Twitter, SEC Menuntut
Perusahaan Pajak Amerika Serikat (SEC) telah menuntut Elon Musk, pendiri Tesla, karena mengeluhkan pelanggaran aturan dalam pembelian saham Twitter pada tahun 2022. Menurut laporan, Musk telah mengeluhkan pembayaran yang rendah sebesar $150 juta dan pelanggaran hukum keuangan.
Laporan Keuangan yang Tidak Jelas
Musk membeli Twitter dengan harga $44 miliar dan membangun stake besar dalam platform media sosial tersebut sebelum memulai pembelian. SEC telah menyelidiki apakah Musk atau asosiatennya melakukan penipuan keuangan terkait pembelian tersebut.
Musk Mengklaim Dihantam oleh SEC
Musk telah mengklaim bahwa SEC memaksa dia untuk menerima penyelesaian dalam waktu 48 jam, termasuk denda atas pelanggaran yang dituduhkan. "Oh Gary, bagaimana kamu bisa melakukan ini padaku?" tulis Musk di Twitter.
Kritik Terhadap Musk
Musk telah mengumumkan rencana untuk memprioritaskan konten "informatif" atau "pendidikan" di platform X untuk mengatasi negativitas. Namun, kritik telah menyerang rencana tersebut, mengatakan bahwa Musk menggunakan perubahan ini untuk mengensori pandangan tertentu.
Controversi Censorship
Musk juga telah menghadapi kontroversi terkait dengan penghapusan fitur premium dari akun yang menentang rencana reformasi imigrasi Amerika Serikat. Kontroversi ini telah menarik perhatian dari tokoh seperti Vitalik Buterin, pendiri Ethereum, yang telah menarik perhatian dari peristiwa tersebut.
Eksperimen Pemilu di Jerman
Musk juga telah menghadapi kontroversi di Jerman, di mana otoritas telah menuduhnya mencoba menginterferensi dalam pemilu. Musk telah mendukung partai far-right Alternative für Deutschland (AfD), yang telah menimbulkan kekhawatiran dari otoritas.
Musk Mengakui Hukumnya
Meskipun demikian, Musk telah mengakui haknya untuk menyampaikan pendapat sebagai pemilik bisnis di Jerman.






