- Kampus Berkomitmen Berdampak melalui Kehadiran Tokoh Legislatif
- Perlengkapan canggih diserahkan untuk memperkuat keamanan daerah
- Akreditasi Baik Sekali diraih
- Gerakan lingkungan diperkuat, desa dan kelurahan berprestasi menerima insentif berseri
- Gagasan Strategis Unggul Raih Penghargaan Terbaik di Lembaga Pendidikan Perwira
- Arah Baru Pembangunan Daerah Diperkuat
- Tradisi menyemarakkan puncak perayaan ke-770
- Delapan TKP Berakhir, Tewas Saat Diamankan
- Peringatan 770 Tahun Diselenggarakan Sederhana, Arah Tumbuh Semakin Tangguh
- Ketangguhan Masyarakat Teruji di Tengah Erupsi Tanpa Korban Jiwa
Meta Lanjutkan Pelatihan AI dengan Data Pengguna UE
Meta resumes AI training using EU user data https://dailyai.com/2025/04/meta-resumes-ai-training-using-eu-user-data/

Keterangan Gambar : Meta Lanjutkan Pelat
Meta Mulai Mengumpulkan Data Publik dari Pengguna Eropa untuk Meningkatkan Model AI
Meta Platforms, Inc. memulai kembali mengumpulkan data publik dari pengguna Eropa untuk melatih model AI generatifnya. Pengumuman ini diseleksi oleh European Data Protection Board (EDPB) dan difokuskan pada pengguna Facebook, Instagram, dan WhatsApp yang berusia dewasa di Eropa.
Menurut Meta, kumpulan data ini akan membantu meningkatkan pengalaman jutaan orang dan bisnis di Eropa dengan memperkenalkan budaya, bahasa, dan sejarah mereka pada model AI generatif. Pengguna akan menerima notifikasi tentang data yang dikumpulkan dan digunakan, serta memiliki pilihan untuk menolak pengumpulan data tersebut.
Sebagai tambahan, Meta menegaskan bahwa mereka tidak menggunakan pesan pribadi pengguna dengan teman dan keluarga untuk melatih model AI generatif, serta tidak menggunakan data publik dari akun pengguna di bawah 18 tahun untuk pelatihan.
Perusahaan tersebut juga menambahkan bahwa mereka sedang mengikuti contoh yang ditarik oleh Google dan OpenAI, yang juga telah menggunakan data pengguna Eropa untuk melatih model AI.
Namun, statements ini didapat tepat sebelum Europan Commission akan mengeluarkan hukuman yang diharapkan besar-besaran terhadap Meta dan Apple karena dugaan pelanggaran Digital Markets Act (DMA).






