- Kampus Berkomitmen Berdampak melalui Kehadiran Tokoh Legislatif
- Perlengkapan canggih diserahkan untuk memperkuat keamanan daerah
- Akreditasi Baik Sekali diraih
- Gerakan lingkungan diperkuat, desa dan kelurahan berprestasi menerima insentif berseri
- Gagasan Strategis Unggul Raih Penghargaan Terbaik di Lembaga Pendidikan Perwira
- Arah Baru Pembangunan Daerah Diperkuat
- Tradisi menyemarakkan puncak perayaan ke-770
- Delapan TKP Berakhir, Tewas Saat Diamankan
- Peringatan 770 Tahun Diselenggarakan Sederhana, Arah Tumbuh Semakin Tangguh
- Ketangguhan Masyarakat Teruji di Tengah Erupsi Tanpa Korban Jiwa
Permintaan energi pusat data meningkat karena adanya AI: apakah dapat dipertahankan?
Data center energy demands soar because of AI: can it be sustained? https://dailyai.com/2024/02/data-center-energy-demands-soar-because-of-ai-how-do-we-sustain-it/

Keterangan Gambar : Permintaan energi pu
Tantangan besar bagi keberlanjutan lingkungan terkait dengan meningkatnya permintaan akan kecerdasan buatan (AI). Permintaan listrik yang besar untuk mendukung operasi AI, terutama generative AI, bertentangan dengan upaya global untuk beralih ke energi hijau dan mengurangi konsumsi bahan bakar fosil.
Data menunjukkan bahwa operasi AI memerlukan jumlah listrik yang besar. Sebagai contoh, model AI seperti BLOOM dan GPT-3 membutuhkan ratusan hingga ribuan MWh untuk pelatihan dan operasi harian. Dampaknya tidak hanya terbatas pada konsumsi energi, tetapi juga pada penggunaan air di pusat data, yang dapat mencapai ratusan ribu galon per hari.
Perkiraan menunjukkan bahwa konsumsi listrik di pusat data di AS dan Eropa akan meningkat secara signifikan dalam dekade ini, yang dapat menyebabkan tekanan tambahan pada infrastruktur energi global. Bahkan, di beberapa wilayah seperti Virginia Utara, pertumbuhan pesat AI telah mendorong batas kemampuan pembangkit listrik lokal.
Untuk mengatasi tantangan ini, beberapa solusi telah diusulkan, termasuk pengembangan teknologi AI yang terinspirasi dari alam, seperti chip AI neuromorfik berbasis fungsi sinaptik. Selain itu, penerapan "pajak AI" juga diusulkan sebagai cara untuk mengurangi dampak lingkungan dari perkembangan industri AI.
Dengan demikian, industri AI perlu mencari solusi yang berkelanjutan untuk mengurangi dampak lingkungan mereka. Dengan adanya teknologi baru dan pendekatan inovatif, harapan untuk mengurangi konsumsi energi dan sumber daya lainnya dari AI menjadi semakin mungkin. Namun, tantangan besar tetap ada, dan perlu kerjasama global untuk menemukan solusi yang efektif.
Dengan demikian, penting bagi industri AI untuk mempertimbangkan dampak lingkungan dari operasi mereka dan mencari solusi yang berkelanjutan untuk mengurangi konsumsi energi dan sumber daya. Dengan adanya teknologi baru dan pendekatan inovatif, harapan untuk mengurangi konsumsi energi dan sumber daya lainnya dari AI menjadi semakin mungkin. Namun, tantangan besar tetap ada, dan perlu kerjasama global untuk menemukan solusi yang efektif.






